Fuad Fakhruddin Tekankan Pentingnya Realokasi Anggaran Pendidikan untuk Wilayah Terpencil
Anggota
Komisi IV DPRD Kaltim, Fuad Fakhruddin
POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA : Ketimpangan pendidikan di Kalimantan Timur (Kaltim) tak hanya soal angka, tetapi menyangkut akses nyata yang belum merata hingga ke pelosok. Banyak sekolah di daerah terpencil masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan infrastruktur yang memadai.
Menanggapi kondisi tersebut, anggota Komisi IV
DPRD Kaltim, Fuad Fakhruddin, mendorong agar kebijakan anggaran pendidikan
diarahkan secara lebih tajam dan menyentuh kebutuhan paling dasar di lapangan.
Menurut Fuad, alokasi anggaran pendidikan yang
selama ini dianggap cukup secara persentase, nyatanya belum menjangkau
kebutuhan nyata di lapangan. Ia menekankan pentingnya pergeseran fokus anggaran
ke wilayah yang selama ini tertinggal dalam hal infrastruktur dan fasilitas
belajar mengajar.
“Kita tidak bisa hanya puas karena sudah
memenuhi syarat 20 persen anggaran pendidikan. Yang lebih penting adalah ke
mana anggaran itu diarahkan. Sekolah di daerah terpencil masih banyak yang
kekurangan fasilitas,” tegasnya saat ditemui di Samarinda, Kamis (25/4/2025).
Dukungan pun diberikan Fuad terhadap usulan
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, yang mendorong peningkatan anggaran
pendidikan. Bagi Fuad, inisiatif tersebut sangat tepat untuk mengatasi
kesenjangan yang selama ini nyaris tidak tersentuh oleh program-program utama
pemerintah daerah.
Ia juga menambahkan bahwa dengan posisi Kaltim
sebagai salah satu provinsi dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
(APBD) terbesar di Indonesia, sangat logis jika alokasi pendidikan turut
ditingkatkan secara progresif, khususnya untuk kepentingan pembangunan manusia.
“APBD kita besar, tapi manfaatnya belum semua
dirasakan. Pendidikan itu investasi jangka panjang. Kalau infrastrukturnya
tidak dibenahi dari sekarang, kita akan terus tertinggal,” katanya.
Lebih dari itu, Fuad berharap langkah
peningkatan anggaran ini bisa mendorong perubahan cara pandang masyarakat
terhadap pendidikan sebagai kunci pembangunan. Ia mengingatkan pentingnya
keterlibatan masyarakat dalam mengawal program, agar dana yang digelontorkan
betul-betul memberikan dampak signifikan.
“Kita harus pastikan anak-anak di pedalaman
punya kesempatan yang sama dengan mereka yang di kota. Pendidikan adalah hak
semua, bukan hanya untuk yang tinggal di pusat kota,” pungkasnya. (ADV)